tak pernah kurasakan perasaan sehebat ini.
kau memenuhi kerja otakku.
kau pikir apa kepala ku ini?
hanya berisi tentangmu saja?
selalu berdebat pikiranku yang lain dengan dirimu dikepalaku.
gaduh, ricuh...
berebut tempat untuk menjadi yang utama kupikirkan
aku tak inginkan hal itu.
sudahlah, pergi sebentar saja.
kumohon...
dan datanglah lagi jika ku benar-benar lelah merindukanmu.
aku hanya tak ingin menyianyiakan hal yang lain.
yang kurasa lebih penting.
dibanding dengan berbalas senyum denganmu yang tak nyata.
kupikir kau lebih bijaksana menempatkan hadirmu dimindaku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar